Selasa, 19 Desember 2017

SMK Bisa, SMK Hebat

Perekonomian dan pendidikan menjadi salah satu faktor penentuan suatu kesejahteraan masyarakat. Gebrakan terus dilakukan untuk membangun Indonesia di masa yang akan datang. Dimulai peningkatan ekonomi daerah hingga kerjasama dunia internasional. Salah satu yang akan dihadapi diera global ini adalah MEA (Masyarakat Ekonomi Asia).Keseriusan dan kesiapan merupakan suatu hal yang dibutuhkan agar Indonesia mampu menjadi pemeran utama, bukan hanya sekadar figuran dalam MEA. Untuk itu, pendidikan sebagai salah satu sarana utama demi keberhasilan Indonesia dalam MEA harus mempersiapkan tenaga profesional dan sistem pembelajaran berbasis IT (Informasi dan Teknologi). Sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan dapat menjadi pesaing yang diperhitungkan.SMK merupakan lembaga pendidikan yang mencetak tenaga terampil, untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dengan berbagai kompetensi dan siap mengembangkan diri mengikuti perkembangan iptek. Melalui lulusan SMK, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara lain baik dalam produk, pelayanan, maupun dalam penyiapan sumber daya manusia.Pemerintah bertekat meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia melalui Program Revitalisasi SMK melalui Inpres No. 9 Tahun 2016. Maka ditegaskan revitalisasi SMK ini dapat dijadikan salah satu solusi untuk mencetak peserta didik yang modern, bermartabat, inovatif, kreatif, dan siap kerja. Untuk mewujudkan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara sekolah, masyarakat, DUDI dan pemerintah..Perlu digaris bawahi bahwa SMK bukanlah SMA yang banyak dari lulusannya melanjutkan ke perguruan tinggi. SMK harus mampu mencetak lulusan yang kompeten di tiga lini diantaranya; 1) mampu mengantarkan siswa melanjutkan pendidikan di universitas, 2) mampu mencetak peserta didik yang profesional di bidangnya, dan 3) mampu mencetak calon pengusaha muda. Tiga hal tersebut adalah fokus bagi SMK, sehingga dibutuhkan berbagai strategi untuk mencapai tujuan. Maka, SMK MODEL PGRI 1 Mejayan dengan bangga menciptakan buku Strategi Implementasi Revitalisasi SMK (10 Langkah Implementasi Revitalisasi SMK). Diharapkan keberhasilan revitalisasi SMK ini juga dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja Indonesia serta dapat mengurangi permasalahan pengangguran pada usia produktif. Sepuluh langkah revitalisasi tersebut diantaranya ; (1) revitalisasi sumber daya manusia, (2) membangun SAS berbasis SIM, (3) link and match dengan industri, (4) kurikulum berbasis industri, (5) teaching factory, (6) penggunaan Media Video Tutorial dan Portofolio Berbasis Video e-Report Skill, (7) uji Sertifikasi Profesi, (8) pemenuhan sarana dan prasarana, (9) mengembangkan Kearifan Lokal, dan (10) peran SMK Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal.





Berpendidikan itu harus, Kaya tidak

Sendiri, aku duduk termangu dengan buaian angan tentangmu. Daun kelapa yang rindang berkelok cepat saat angin menerpa. Suara ombak yang begitu indah bagai nyanyian turki nan merdu turut menemaniku. Air laut pun mengalir maju membasahi hamparan pasir putih dengan suara khas gemerciknya dan seketika kembali ke asalnya. Sayup-sayup angin seakan menebas seluruh luka di hatiku, memanggilku lirih untuk mengingatmu lagi. Sudahlah, kau hanyalah kenangan masa lalu. Buatku, yang terpenting adalah masa depan. Gelar pendidikan master of science yang melekat di belakang nama pendekku, membuatku berpikir bahwa kehidupan akan lebih mudah dengannya. Dengan pendidikan, aku pernah bercita-cita ingin mengubah negara ku menjadi lebih baik, ya maklum Indonesia memang negara yang carut marut pada pemerintahan, ekonomi, kesejahteraan rakyat, tata kota, dan lainnya. Namun, aku gagal melakukannya hingga aku berpikir untuk mengubah ke lingkup yang lebih kecil yakni provinsiku. Usaha yang begitu keras kulakukan pun hasilnya sama, tak ada yang berubah sedikit saja. Lalu, aku berpikir untuk mengubah desaku, tetap sama sangat susah. Aku terdiam dan merenung sambil disinari rembulan, pikiran itu muncul lagi. Aku akan merubah keluargaku, bukan hal yang begitu sulit bagiku. Namun aku salah, tetap saja aku tak berdaya mengubahnya. Aku pergi ke puncak gunung untuk merenungi apa yang salah sehingga aku tak mampu merubah sedikitpun. Setelah kutelaah dan kucermati, seharusnya aku merubah diriku terlebih dahulu menjadi pribadi yang lebih baik. Maka, aku akan mampu mengubah keluargaku, lingkunganku, provinsiku, bahkan negaraku. Selama ini aku telah salah menilai t pendidikan, nyatanya gelar masterku tidak membawaku pergi ke belahan bumi manapun. Ia hanya mengantarku ke tempat ini, tepi pantai dengan rasa sesal tak berhujung. Yah.. itulah mimpiku.... Tersentak, nada riang mengganggu lamunan dan anganku tentang mimpi. Ternyata itu adalah pesan whatsaap yang kuterima dari seorang teman. Pesan itu berisi tentang:


Nokia dulu menyebut android sebagai semut kecil merah yang mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yang berlebihan membuat Nokia terjebak dalam innovator dilema. Sejarah mencatat, yang kemudian mati justru nokia – tergeletak kaku dalam kesunyian yang perih.Kodak menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat dan kamera produksi mereka akan terus bertahan. Kodak terjebak halusinasi dan innovator dilema yang akut. Akibatnya, ruang ICU yang pengap menanti raga mereka yang merintih kesakitan.Microsoft dan intel (dominasi yang dulu dikenal dengan duo wintel) terlalu menikmati kekuasaannya dalam dunia PC dan laptop yang pelan-pelan terjebak innovator dilema. Mereka terbuai dengan kekuasaanya dan lengah betapa dramatis kecepatan kemajuan era smartphone. Dan hegemoni Microsoft serta intel kian menjadi tidak relevan dalam era smartphone. Intel dan microsoft lalu hanya duduk saling bertatapan mata, diam, dan termangu. Dalam rasa penyesalan yang pedih dan pahit. Namun dalam bisnis, penyesalan tidak pernah mendapat tempat terhormat.Pizza Hut terus menerus mengenalkan menu baru setiap enam bulan.Sabun lifebouy berkali-kali melakukan rejuvenasi.Facebook dan Bukalapak juga selalu melakukan evolusi.Nokia kolaps dihantam iphone blackberry di tahun 2007, padahal produsen iphone bukan perusahaan telco, namun dari industri komputer.Koran dan majalah mati bukan karena  sesama rivalnya, namun karena facebook dan social media (remaja dan anak muda tak lagi kenal koran/ majalah kertas. Mereka lebih asyik main Path, IG, atau FB. Pelan tapi pasti industri koran dan majalah akan mati). Televisi seperti RCTI, dan SCTV kelak akan kolaps bukan karena persaingan sesama pemain di industri yang sama, tapi dari makhluk alien bernama Youtube.Di Amerika, jumlah pemirsa televisi di kalangan anak muda dan remaja, menurun drastis. Dan semua lari ke Youtube. Ini juga kelak akan terjadi di tanah air.Industri taksi seperti Bluebird goyah bukan karena pesaing sesama taksi, namun dari layanan taksi independen  berbasis aplikasi.Di banyak negara,  perusahaan taksi konvensional mati digilas Uber dan layanan taksi berbasis aplikasi lainnya.Dan kini produsen Toyota, BMW & Marcedes Benz takut bukan karena persaingan sesama mereka. Namun, karena kehadiran TESLA, yang entah dari mana tiba-tiba melakukan inovasi radikal dengan produk mobil berbasis elektrik, dengan teknologi mobil tanpa sopir atau otonom (Autopilot Hardware).Beberapa minggu yang lalu, mobil seri Tesla3 terjual hingga 300 ribu unit hanya dalam waktu dua hari, padahal unitnya baru dirilis 2018. Jadi indennya dua tahun.Manusia yang dapat segera beradaptasi dengan perubahan keadaan lingkungannya maka dia akan tersingkir dan punah dari lingkungannya.Ide perubahan dan kreatif adalah salah satu wujud syukur.Intinya, jangan terlena dengan “zona nyaman”. Berinovasilah dengan mimpi-mimpi kita.“Kuncinya adalah kerendahan hati dan mau belajar apapun dan siapapun.



Jika semua hal berubah dan berinovasi ke arah yang lebih baik. Maka tidak salah jika lembaga pendidikan yang awalnya badan layanan menjadi badan hukum. Artinya lembaga pendidikan tidak harus menunggu dana dari pemerintah untuk mengembangkan sekolahnya namun bisa melalui usaha sekolah. Sehingga mindset masyarakat tentang sebuah lembaga pendidikan bukan hanya kegiatan mentransfer ilmu dari guru kepada siswa namun sudah berbicara tentang bisnis. Pendidikan yang berguna untuk mengantarkan peserta didik ke masa depan yang lebih baik tentu nyata adanya. Kedepan, pendidikan akan mencetak calon pengusaha muda. Dan semua itu dimulai dari pribadi kita sendiri. Semua sudut pandang tentang suatu hal sudah berubah ke arah yang antimainstream tak terkecuali pendidikan.Hal tersebutlah yang mengobrak-abrik pemikiranku. Aku adalah Sofia sang korban pendidikan. Sering ku dengar statemen bersekolahlah yang tinggi agar kau mendapat pekerjaan yang layak dengan gaji tinggi. Aku lakukan itu. aku mengenyam pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga ku dapat gelar master di universitas terbaik di negriku. Aku belajar tentang logaritma, linguistik, sejarah, dan sebagainya. Namun, tiada guna itu semua. Sekolah mengajarkanku untuk mengetahui semua materi tanpa mengajari bagaimana bertahan hidup. Sekolah mengajariku memiliki skill yang kompeten tapi tidak mengajari bagaimana menjualnya. Yang lalu biarlah berlalu, nyatanya aku hanya bisa menikmati hidup dengan angin sepoi-sepoi dan berharap masa depan yang lebih baik.

Dia tidak ada di tempat lain

Salib dan umat kristen,
ujung ke ujung telah kuuji
Dia tak disalib
Kupergi ke kuil hindu, ke pagoda kuno
Tiada tanda apa saja di dalamnya
Nuju ke pegunungan herat kumelangkah
Dan ke Kandahar kumemandang
Dia tak di dataran tinggi
tak pula di dataran rendah
Kupergi ke puncak gunung Kaf yang menakjubkan
Yang ada cuma tempat tinggal burung Anga
Kutanya pula Bu Ali Sina
Tiada jawaban, sama saja
Kupergi ke Ka'bah di Mekkah
Dia tak disana
Lalu ku jenguk dalam hatiku sendiri
Disitu kulihat Diri-Nya
Disitu.
Tak ada tempat lain

Kisah Inspirasi dari sang Legenda Basket

Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?”
Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.”
Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.”
Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?”

Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.”

Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”
Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.

Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.

Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.

Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.

Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”
Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”

Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?”

Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan.
Potensi diri kita begitu besar, jangan dipandang kecil hanya karena kita terlihat lecek, kumal, dan belum “diasah”. Tetaplah berusaha dan teruslah mengasah kecerdikan dalam melakukannya.

Sudah jelaslah betapa peran penting dari orang tua untuk meberikan Frame atau pandangan tentang kehidupan atau pelajaran, dengan tidak pernah mengeluh dengan keadaan.
Ayah Bunda Jadilah Orang tua Super, terus Belajar karena Jaman terus berubah, tantangan juga berubah dan tentunya semakin besar tantangannya.
Jagalah Kepercayaan yang Telah Anda Raih.

Nancy Matthews Edison itu Keren, kita?

Suatu hari, ada seorang bocah berusia 4 tahun yang agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya membaca kertas tersebut, "Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengundurkan diri dari sekolah." Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia bertekad dengan teguh dan berkata dalam hati, "anak saya Tommy, bukan anak yang bodoh. Kalau begitu saya sendiri yang akan mendidik dan mengajari dia."

Tommy kecil bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu orang berpengaruh di dunia. Dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju. Tak banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. Siapa yang paling percaya bahwa Tommy akan menjadi seorang yang hebat dikemudian hari? jawabannya adalah ibunya! You have to believe yourself first, then other people believe you. Seperti halnya Tommy, ia dipercaya ibunya bahwa ia akan sukses maka ia Tommy pun juga yakin bahwa ia juga pasti sukse. Good people will spread their positive energy.

Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah membuat puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison, dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti. Yang dapat kita pelajari dari kisah ini yaitu kita harus mensyukuri apa yang kita punya dan berjuang terhadap apa yang kita miliki. Like people say, we may forget to be happy, but you may not forget to be grateful. Are you ready to be grateful?

The effect of FTA 2018 to Indonesian Culture as my opinion

Indonesia is hoping to seal a free trade agreement (FTA) with Australia in 2017, followed by a comprehensive economic partnership agreement (CEPA) with the European Union in 2018. Currently, Indonesia has not only developed free market policy between ASEAN country members but also develop the cooperation with other Countries. I can limit the FTA is as the globalization that includes west culture which come in Indonesia. In economic point of view, I hope that Indonesia is more develop, and this FTA cannot make rich people becomes richer, and poor people becomes poorer.

Here, I will deliver two points of view those are ; (1) the social point of view that include the impacts to work culture and local culture, and (2) the smart ways to face the FTA as Character PV. Those points of view will represent the effect of FTA 2018 to Indonesian Culture. As we know, culture is accumulative of our habbit. Indonesia is a country that has local culture like. It includes the language, custom, tradition, an art, ethics, and politeness that be gotten by Indonesian in many ways. 

(1) Indonesia has many languages to speak from every region like Javanese, Sudanese, Balinese, Maduranese, Borneo, and so on. But, it can be disappear because of English and Indonesia itself. In a big city or a village, many people who speak by using Indonesian because Indonesian artist in TV or movie talk with it or International artist speak in English, and it is imitated. Then, it makes them become shy to speak region language. That’s a little example. (2) One example, Bersih desa (Clean the village) is one of customs in Indonesia to give many food in a Punden (Punden is like a big tree or sacred place) then many people who pray together there. Actually, we don’t pray for the place, but we pray to the god and thankful for giving a goodness in a life. Now, it is almost disappear because some people say that it is waste the time to do. Even though it can be good tradition to meet all people, they are lazy to do. They think that watching movie, listening music, and playing the game are better than doing it. How u can imagine that the some customs of Indonesians are disappear, so what unique of Indonesia? Art is about Indonesian’s traditional dance which be recognized in many countries. There are many arts that we have, but just some people to learn it till the west culture comes to change everything. The example is based on tempo.com (2012) Malaysia has claimed some culture of Indonesia like Reog Ponorogo, Rasa Sayange as maluku’s song, pendet dance from bali, totor dance, and gordang sambilan from Mandailing. The foreign people who don’t live in Indonesia can do that, how if the live in Indonesia? What do they take all Indonesian culture? There is a country which recognizes our culture, and Indonesians are angry. But, they don’t want to learn them. So, what should be to do? We follow west culture, but we don’t care about our culture. Then if we talk about ethic and politeness, there is no country in this world like Indonesia that the people are polite, respect, and care to other people. Indonesia is a home for all people in the world. Unfortunately, the west culture by coming with FTA change those, it makes the some Indonesian are more uncared and egoism.

(2) In the other hand, FTA as the globalization includes the bad impacts those are Acculturation that change the ethics like young people kiss the old people’s hand to respect them, but nowdays they kiss by touching cheek. So, it can change the custom that has been lived a long time ago. Then, the imitation is about style clothes, violence, language, and attitude. The west movies show west style like hair and clothes style. Sometimes, it is negative such the hair is not tidy, the clothes is opened, and piercing in some parts of body. As we know, Indonesian is wise to wear clothes and treat the body. Then, the west movies show the violence and it is imated by the children. The impact is making the students do it with the friends.

(3) Then, I will discuss about the impact of globalization in our work culture. Although many bad impacts that happen, we have some good impacts of it those are (1) we can learn about the value of social culture,  the ways of life, great mindset, knowlagde, and technology that can be apply in work culture. As we know, we can learn everything from the developed country. Indonesia looks like funny country. It is known from social media such “wkwk island and telolet” phenomenon. It could be tranding topic in long time ago. Depend on the little example, every country can be famous because of the technology. And the technology is from west country. FTA makes the Indonesian could be stronger by developing work ethic, hard work, dicipline, independence, rational, sportive, and so on. The question is why is the Indonesian who work in other country, they just can be housemaid and foreign people who work in Indonesia can be a boss?? The answer is as simply as they know the work hard and education when they were a baby. When its character can be applied in Indonesia in long time ago, Indonesian can be a boss in the country. As we know, Indonesian is spoiled and lulled by the condition. They also have leadership ability and Indonesians have no. So, that is why in this own country, Indonesian can be housemaid not a boss and the boss is foreign people (most of Chinese). When they are rich, they don’t work properly. When they are poor, they are lazy to work. When the boss is foreign people, Indonesian must obey the rules or they will lose the job. It makes Indonesian is more dicipline. So, the conclusion is some good characteristic from foreign people that will apply in Indonesia makes Indonesians has good character especially in working.

Senin, 22 Agustus 2016

Ayah, maafkan aku

Alkisah ada sebuah keluarga yang kaya raya yang terdiri dari seorang anak laki-laki dan seorang ayah. Mereka hidup bahagia dan bergelimang harta. Rumahnya yang kokoh  dan mobil keluaran terbaru menggambarkan betapa mewahnya kehidupan mereka. Ditambah lagi pekerjaan sang ayah sebagai penguasaha ternama membuat mereka semakin terhormat. Namun malang, sosok ibu tidak dapat menemani anak laki-laki kecil yang diberi nama Firdaus sejak lahir karena saat melahirkan sang ibu mengalami pendarahan hebat yang mengakibatkan nyawanya tak terselamatkan. Meskipun sang ibu telah tiada, namun sosoknya dapat digantikan oleh sang ayah yang penyayang, penyabar, dan juga pekerja keras.

Hari demi hari mereka lewati dengan bahagia. Hingga suatu ketika Firdaus beranjak dewasa. Anak mungil nan lucu yang sering digendong sang ayah, kini menjadi pemuda yang tangguh dan tampan. Firdaus kecil yang dulu sering menangis kini menjadi sosok berpengaruh di lingkungannya. Ia mampu lulus SMA dengan nilai terbaik dan menjadi salah satu mahasiswa di salah satu Universitas ternama di Indonesia.

Firdaus bagai raja di rumahnya karena apapun yang diminta selalu dituruti oleh sang ayah. Suatu ketika ada perbincangan kecil antara Firdaus dan sang ayah. 
"Ayah, bolehkan aku minta hadiah ketika aku lulus kuliah nanti?" tanya Firdaus. 
"Tentu boleh sayang, memang Firdaus mau minta hadiah apa?" tanya sang ayah balik. 
"Aku ingin dapat hadiah mobil yang populer saat ini yah"
"Waw... itu kan mahal sekali"
"Please yah. boleh yaa.... toh aku kan bisa naik mobil" rayu Firdaus.
"Oke deh pasti ayah belikan, tapi ada syaratnya" pinta sang ayah
"Apa yah??" pikir Firdaus
"Kamu harus jadi mahasiswa terbaik dan membanggakan ayah ketika wisuda nanti. sanggup?" tantang sang ayah`
"Sanggup yah, siap. Makasih ya ayah"

Firdaus yang kini masih semester 5 lebih giat lagi belajar agar bisa menjadi mahasiswa terbaik seperti yang ayah mau. Hari demi hari, minggu demi minggu, ia lewati dengan belajar tiada henti, hingga akhirnya sidang skripsi di depan mata. Pagi hari ia meminta restu pada sang ayah karena ia mau menjalani sidang skripsi. 
"Ayah doakan Firdaus ya karena hari ini Firdaus mau sidang skripsi" 
"Wah.. anak ayah udah mau lulus aja. semngat ya.. ayah yakin kamu pasti bisa" seru sang ayah

Sidang skripsi pun berjalan lancar hingga akhirnya "Firdaus selamat anda LULUS dengan predikat "Dengan Pujian" dan Anda menjadi Mahasiswa terbaik tahun 2016. Sekali lagi selamat" ungkap salah satu dosen Penguji. Firdaus keluar dari ruangan dengan wajah yang sumringah dan bahagia. Seakan tidak ada kata yang mampu menggambarkan kegembiraannya. "Ini berita bagus, ayah pasti senang" bisik dalam hati. 


Satu bulan kemudian, Wisuda tahun 2016 di universitas tersebut dilaksanakan. Satu per satu wisudawan dan wisudawati dipanggil naik ke podium dengan rasa haru dan bangga di setiap masing-masing jiwa. Sampai di puncak acara yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman mahasiswa terbaik. Rektor menyampaikan bahwa  mahasiswa berprestasi jatuh kepada Firdaus. Dengan bangga dan bahagia Firdaus meneruskan langkahnya untuk naik ke podium yang ke 2 kalinya untuk memberikan sambutan. Di akhir sambutannya, ia berkata “Ayah, tropi ini untukmu.. terimakasih telah membimbingku hingga saat ini. Sang ayah dengan mata berkaca-kaca hanya bisa memandang dan bertepuk tangan saat Firdaus turun dari podium.

Tepat di tempat parkir setelah acara khidmat itu usai, Firdaus bertanya, “Ayah apa engkau masih ingat akan janjimu padaku?”
“Tentu ayah ingat, ayah akan memberikanmu hadiah ketika kau jadi wisudawan terbaik kan”
“Kalau begitu mana yah? Pinta Firdaus.
Seketika itu sang ayah mengambil sebuah kotak kecil di dalam mobil sembari berkata “Ini Firdaus, hadiah untukmu, semoga kau suka..” kata ayah.
Dengan wajah senang dan sedikit bingung, Firdaus perlahan membuka bingkisan kotak kecil dari sang ayah. “Ayah, kenapa kau hanya memberi Al-Qur’an kecil ini? Bukankah kau berjanji padaku akan membelikaanku mobil?” kata Firdaus dengan nada tinggi.
Setiap sang ayah mencoba menjelaskan, Firdaus terus berkata tiada henti sambil marah-marah.
“Aku sudah belajar mati-matian namun ini balasan ayah? Bahkan aku bisa membeli 10 al-quran seperti ini yah.. kalau ayah tak sanggup membelikanku mobil. Tak usah berjanji padaku. Aku akan beli mobil yang aku impikan dengan uangku sendiri. Aku akan pergi mencari kesuksesan dan kebahagiaanku sendiri. Aku tak butuh kado dari ayah” kata Firdaus sambil membanting ke tanah hadiah pemberian sang ayah dan pergi entah kemana.
Sang ayah hanya bisa meratapi sikap sang anak yang sangat menyayat hatinya. Namun apa daya, ia harus rela apabila anaknya memang benar-benar tak kembali ke rumahnya.

Sembilan tahun berlalu semanjak kejadian di tempat parkir itu, Firdaus tak pernah sedetikpun menengok keadaan sang ayah. Kehidupannya kini luar biasa. Ia bahkan bisa membeli mobil yang ia damba-dambakan ketika kuliah. Istrinya cantik dan satu anaknya yang sangat lucu. Keluarganya pun hidup bahagia.

Suatu ketika ia mendapat kabar dari seorang kerabat ayahnya. “Firdaus, pulanglah ke rumahmu! Ayahmu sudah menghadap ilahi sekitar satu minggu yang lalu. Tengoklah rumah dan kuburan ayahmu” kata kerabat sang ayah.

Esok harinya Firdaus memutuskan pergi ke rumah yang ia dan ayahnya dulu pernah tempati. Ia pergi seorang diri tanpa ditemani sang istri. Sesampainya di rumah, ia memandangi foto-foto yang bergantung di dinding yang semuanya masih sama seperti dulu. Ia juga memandangi seisi rumah dengan hati yang sedikit iba hingga akhirnya ia menemukan kotak kecil yang dulu pernah ayahnya berikan ketika ia menjadi wisudawan terbaik. Ia buka perlahan, isinya masih sama yaitu sebuah al-qur’an yang terlihat kusam. Ia buka lembar demi lembar hingga menitikan airmata. Ia buka hingga halaman terakhir, dan ternyata di halaman terakhir tersebut ada sebuah KUNCI. Seketika itu ia berlari menuju garasi rumah sang ayah, betapa takjubnya ia bahwa mobil yang ia dambakan dahulu ada di depan mata beserta foto sang ayah dan dirinya tergantung di kaca mobil. Mobil yang tadinya dijadikan hadiah untuk Firdaus telah menjadi kusam tak terurus. Hancur hati Firdaus kala itu, “ayah maafkan Firdaus, Maafkan Firdaus telah suudzon. Maafkan Firdaus tak menemani ayah ketika ajal menjemput. Maafkan firdaus yang kala itu membentak ayah.” Ronta Firdaus. Firdaus sangat menyesal karena telah mengecewakan sang ayah.

Dari cerita diatas, kita dapat belajar bahwa kasih sayang orang tua tak akan pernah bisa kita balas sampai kapanpun. Sayangi orang tua mu selagi masih ada, dan doakan mereka jika telah tiada.